CITA-CITAKU


Cita-cita. 

Aku masih di usia balita ketika lagu "Susan" begitu terkenal. Lagu itu yang membuat diriku sangat ingin menjadi seorang dokter. Membayangkan diriku berjalan dilorong rumah sakit sambil mengenakan jas putih dan stetoskop yang dikalungkan dileher, rasanya begitu hebat, sangat keren dan membanggakan. Saat itu, orang tua dan orang-orang disekelilingku pasti akan tertawa bahagia berharap bahwa kicauanku tentang cita-cita ini tidak hanya sekedar menjadi bagian dari imajinasiku tapi juga bisa terwujud di kemudian hari.

Masuk di usia remaja, ketika rasanya puber mulai datang, orang tua mulai menarik ikut serta diriku dalam pembicaraan masalah keluarga, ditambah dengan lika-liku dunia sekolah dan pertemanan, aku mulai memikirkan tentang penemuan jati diriku. Melihat dan medengar guru konseling ketika sedang melakukan konsultasi pendidikan, membuatku tiba-tiba saja berpikir ingin menjadi seseorang yang ahli dalam ilmu psikologi. 

Menjadi seorang psikolog sepertinya hal yang cukup menarik. Bisa membaca bagaimana karakter seseorang dari bahasa tubuh dan pola pikirnya. Membantu dan mendengarkan orang-orang ketika sedang memiliki masalah. Ibarat memecahkan suatu teka-teki, pasti seru dan tidak akan menjadi suatu hal yang membosankan. Dari situ aku mulai mencari tau tentang dunia psikologi. Aku mulai banyak membaca buku-buku tentang psikologi yang akhirnya benar-benar semakin membuatku tertarik untuk terus memperdalam pengetahuan.

Sampai akhirnya sekarang, ketika aku sudah duduk dibangku perkuliahan jurusan psikologi. Aku masih berharap supaya cita-citaku untuk menjadi seorang Dokter Psikolog bisa terwujud. Biarpun banyak orang yang berkata bahwa jurusan psikologi itu masa depannya sulit, lama lulusnya. Tapi, aku menyukai bidang yang aku pilih. Dan aku akan berusaha untuk tetap menekuninya sampai impianku terwujud.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2009 my blog :). All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates